Tidak Boleh Sembarang Menuduh LDII Sesat

Pada suatu kesempatan KH Alie Yafie – salah satu Tokoh Ulama Indonesia memberikan kajian tentang LDII. Beliau menyampaikan bahwa memang menarik mengkaji perkembangan Islam di Indonesia. Bagian dari perkembangan tersebut, kita harus lihat LDII di situ. Jadi kita tidak boleh (menuding) sembarang, tanpa data dan fakta dari hasil penelitian. Karena saya tidak punya data yang cukup, saya tidak ingin memberikan vonis kepada LDII. Jadi saya anjurkan untuk melakukan penelitian yang mendalam, secara kekerabatan, tidak seperti polisi atau jaksa yang sedang menyelidik .

Intinya secara ukuwah Islamiyah. Jadi tahu bagaimana sejarahnya, apa faktor-faktor yang mempengaruhinya, dan lain sebagainya. Jadi, sebagai ilmuwan, kita tidak boleh ngomong seperti orang awam. Itu harapan saya.

Dalam budaya tarekat, sebenarnya ada tradisi silsilah, yang dalam istilah yang melekat di LDII adalah manqul. Penggunaannya dalam konteks fiqih sebenarnya tidak ada masalah

None found.

61 thoughts on “Tidak Boleh Sembarang Menuduh LDII Sesat”

  1. Alhamdulillah….

    KuatkanLah iman ku ini Ya Allah, untuk selalu tetap dalam Jamaah…

  2. Assalamualaikum.maaf saya bukan ustad,saya hanyalah sopir di Saudi arabia.Saudara2 iparku dan sodara2 kandungku ngaji di Ldii.Aku di Indonesia dulu enggan dengan mereka karena mereka banyak di katakan sesat,menganggap orang lain yang tidak sepaham adalah Kafir,Tapi pergaulanku dengan mereka nggak ada selisih dan aku merasa tidak dikafirkan oleh mereka,hanya amalan ibadah kami aja yg berbeda.
    NAAH,selama 5 tahun aku di Saudi Arabia Majikanku selalu menanyakan amalan sholatku,kok gak sama dengan ajaran rosul?lalu ku minta diajari oleh mereka,trutama dalam hal sholat, alhamdulillah aku bisa memahami.Dan ternyata ajaran yang di ajarkan majikanku yang orang Saudi tersebut PAAAS sekali dengan amalan2 yang dikerjakan sodara2ku Ldii.Kayaknya walau Ldii itu banyak digunjing oarang di Tanah air(mereka yang tak senang)namun bagiku justeru amalan Ldii itu yang kata majikan saya pas dengan ajaran/madzhab rosul.
    dan kutanyakan tentang menjaherkan niat sebelum SHolat itu jawabnya tidak ada dalil/atau madszhab yang benar.Saya bilang itu dari Imam syafi’i,Majikan ku bilang:Aku punya kitabnya Imam SYafi’i ROHIMAHULLOH( AL’UM),tapi sampai setengah mati MENCARI fATWA iMAM SYAFI’I tentang menjaherkan niat sebelum sholat itu tidak ada.malah dia bilang :kalau ada yang bilang itu dari imam Syafi’i berarti telah berdusta kepada imam Syafi’i.
    kesimpulan: kayaknya pulang ke Indonesia nanti saya harus menyesuaikan,menambah ilmu dari sodara2ku Ldii.
    bagi yang membaca tulisanku ini dan setuju tolong doaskan aku semoga Alloh paring Hidayah yang benar padaku

  3. Kok LDII terus ya yang di olok2? padahal kenyataannya baik tuh orang2nya.Atasan saya juga orang LDII tapi dia sopan sama karyawan2nya.aku aja mau mengolok2 nggak tega dengan budi pekertim mereka,Takut hukum KARMA menimpa saya,a u dzubillah,
    Sabarlah LDII

  4. qu pngin msk ke LDII,,,,,tapi ga tau gmn caranya,,,,,,,,tlng ksh tau dong,qu tnggl d jkt utara
    LDII tu ajaranya mengacak kita ke jln yang bener

  5. Assalamualaikum.
    Wahai shobat,kenapa hidup ini harusuntuk menjekek2kan golongan lain? Berkacalah,mendingan hidup kita ini diisi hal2 yang bermanfaat,berpahala,seperti mengaji,belajar bahasa arab yang benar,membuka kitab alqur’an.Kan banyak situs2 yang bermanfaat mis:www.nuansapersada.net,www.cahjombank.blogspot.com,Dll.Ok

  6. alhamdulillah, selama saya jadi warga LDII saya selalu bergaul dengan lingkungan dan mereka menerima keberadaan LDII dengan baik
    bahkan sudah hampir 10 tahun saya ditokohkan dilingkungan kami

  7. kita lihat nanti klo warga LDII sdh 80 jutaan d Indonesia dn terbukti jamaahnya adlh religius dn professionl dn akhlaknya baik..pedomannya konsisten pd kemurnian qur’an dn assunnah…apakh org2 msh nuduh ga bener?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>