Tag Archives: LDII

Bukti-Bukti LDII Tidak Sesat

Sepertinya masih banyak saja orang yang mengatakan LDII sesat atau LDII termasuk aliran sesat.Banyak berita-berita di internet yang memberikan informasi salah tentang LDII. Setelah kami lihat dari website atau blog yang memuat berita atau artikel yang menyudutkan LDII, ternyata kebanyakan mereka adalah mantan warga LDII yang keluar dari LDII karena merasa kecewa ketika mereka masih di LDII.

Bukti-Bukti LDII Tidak Sesat

Setelah kami teliti, ternyata kebanyakan merekan mantan warga LDII yang keluar dari LDII bukan akibat tidak benarnya akidah yang dikaji di LDII. Tetapi kebanyakan mereka dikarenakan masalah kehidupan dunia yang membuat kecewa. Insyaalloh mereka ada yang salah niat ketika mengaji di LDII sehingga ketika tidak sesuai yang diharapkan akhirnya timbul kekecewaan. Sungguh disayangkan kekecewaan para mantan warga LDII tersebut dipakai untuk menyerang LDII.

Pada kesempatan ini, kami ingin memberikan bukti-bukti bahwa LDII – Lembaga Dahwah Islam Indonesia adalah bukan termasuk aliran sesat atau LDII Bukan Sesat. Bukti LDII bukan sesat adalah :

  1. Pedoman mengaji warga LDII adalah AL QURAN dan HADITS. Disetiap pengajian LDII yang dikaji adalah Al Quran dan Hadits. System pengajian LDII adalah dengan cara Al Quran dan Hadits diberi arti (memaknai) kemudian dijelaskan maksud dari arti tersebut. Dalam pengajian LDII ada guru dan murid, guru akan menyampaikan ilmunya kepada murid. Antara guru dan murid sama-sama membawa kitabnya. Untuk Al Hadits yang dikaji warga LDII yaitu Hadits Shohih  Bukhori, Shohih Muslim, Sunan Abu Daud, Sunan Nasai, Sunan Tirmidzi dan yang baru saja yang dikhatamkan adalah Hadits Ibnu Majah.
  2. Selain mengaji Al quran dan Hadits juga diberikan nasehat-nasehat agama. Nasehat agama tersebut berisi tentang supaya bisa punya hoby Ngaji. Setelah mempunyai ilmu dari mengaji maka dinasehatkan agar diAmalkan.
  3. Warga LDII juga dinasehatkan supaya mempunyai 6 Thobiat Luhur yaitu Rukun, Kompak, Kerjasama yang baik, Jujur,  Amanah, dan Kerja keras juga berhemat (Muzhid Mujhid).
  4. Pengajian LDII bisa menampung semua umur. Di LDII ada Pengajuan Cabe Rawit untuk anak usia TK sampai dengan SD, Pengajian Remaja untuk anak SMP – SMA, Pengajian Keluarga, Pengajian Usia Lanjut. Semua pengajian tersebut untuk memberikan kefahaman agama islam yang benar.

Dari keempat bukti tersebut terlihat bahwa apa yang ada didalam LDII adalah mengajarkan kebaikan dan sudah sesuai dengan kaidah agama Islam. Warga LDII dalam prakteknya juga berusaha memurnikan agama islam. Maka tidak benar jika LDII dikatakan sesat atau termasuk aliran sesat. Dari bukti-bukti diatas maka bisa kami tegaskan bahwa LDII Bukan Aliran Sesat atau LDII bukan Sesat.

KPK Ajak LDII Cegah Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak aktivis Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berperan serta dalam mencegah membudayanya korupsi di masyarakat, karena korupsi sudah sedemikian masif. Perlu peran menyeluruh dari segenap elemen masyarakat.

KPK Ajak LDII Cegah Korupsi

“Mari LDII bersama dengan KPK ikut memberikan pendidikan anti-korupsi kepada anak-anak sebagai bentuk pencegahan sejak usia dini,” kata Ketua KPK Abraham Samad, saat memberikan pembekalan kepada ribuan peserta Rapimnas LDII, di Jakarta.

Menurut Samad, semakin masifnya korupsi di Indonesia, ditandai dengan hilangnya rasa malu dan mereka lebih berani melakukan korupsi, seperti yang ditunjukkan para tersangka korupsi di sejumlah instansi pemerintah.

“Kalau kita lihat mereka yang telah menjadi tersangka dan divonis dalam kasus korupsi belakangan ini usianya berkisar 35 tahun ke bawah, seperti oknum pegawai pajak yang baru-baru ini ditangkap usianya sekitar 25 tahun,” katanya.

Abraham menilai, pencegahan budaya korupsi harus dilakukan sejak usia dini. Seperti membuat kurikulum sekolah dan komik mengenai bahaya korupsi, yang juga berkerjasama dengan ormas keagamaan.

“Ormas seperti LDII ini kita harapkan bisa membantu KPK dalam memberikan pendidikan anak usia dini terhadap bahaya korupsi sehingga mental korup bisa dicegah. Disini peran orang tua dan guru agama menjadi sangat penting. Jangan sampai orang tua yang menjadi pejabat misalnya memberikan contoh yang tidak baik kepada anak mereka dengan gaya hidup yang mewah,” katanya.

Menurut Abraham Samad, pengertian korupsi kini melebar, misalnya seorang pejabat negara bohong kepada rakyat soal asal muasal hartanya.

Menanggapi ajakan KPK tersebut,cKetua Umum DPP LDII Prof KH Abdullah Syam mengaku siap membantu dengan memberikan materi pendidikan anak usia dini (PAUD) antikorupsi diseluruh sekolah dan pondok pesantren yang dikelola LDII.

“Dalam kurikulum pendidikan yang diajarkan di LDII pendidikan karakter antikorupsi telah dimasukkan menjadi pelajaran wajib. Kita juga akan terus menjalin hubungan dengan KPK untuk mendapatkan masukan perbaikan pendidikan pencegahan korupsi,” katanya.

Menurutnnya, LDII mendukung upaya KPK untuk terus melakukan pencegahan korupsi tidak hanya di level pemerintahan pusat, tetapi juga hingga ke tingkat kabupaten/kota demi mewujudkan Indonesia bebas dari koruptor.

Bentuk komitmen dukungan LDII terhadap upaya pemberantasan korupsi adalah dengan melakukan tandatangan di atas kain putih berlatar belakang peta NKRI bersama Ketua KPK dan seluruh jajaran pengurus LDII se-Indonesia di Jakarta, Kamis.

Abdullah Syam menambahkan, korupsi adalah bentuk penyimpangan moral yang didorong oleh sifat ketamakan. Seseorang melakukan korupsi ketika tak bisa memenuhi kebutuhan, disebut sebagai corruption by need (kebutuhan), perasaan tak bisa berpuas diri mendorong orang untuk berprilaku korup, atau disebut Corruption By Greed (ketamakan).

Marshanda Tegaskan Cerai dengan Ben Kasyafani Bukan karena LDII

Saat menjawab pertanyaan Dedy Corbuzier di acara ‘Hitam Putih’ di Studio Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (7/6/2014), Marshanda menegaskan, perpisahan dengan Ben Kasyafani bukan karena organiasi keagamaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Caca sendiri bingung dari mana awalnya isu tentang LDII tersebut mulai mencuat. Dirinya juga tidak mau menyalahkan berbagai pihak atas berita miring tersebut.

Marshanda Tegaskan Cerai dengan Ben Kasyafani Bukan karena LDII

Sebelumnya diketahui Ben mengikuti organiasi keagamaan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Tapi Caca menampik jika dirinya menggugat cerai Ben karena hal tersebut. Alasan menggugatnya karena perselisihan dan tidak bisa kami selesaikan. LDII memang ada.