<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Mengapa LDII Dalam Khotbah Jum’at dengan Bahasa Arab</title>
	<atom:link href="http://ldii.info/mengapa-ldii-dalam-khotbah-jum%e2%80%99at-dengan-bahasa-arab.html/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ldii.info/mengapa-ldii-dalam-khotbah-jum%e2%80%99at-dengan-bahasa-arab.html</link>
	<description>meluruskan informasi yang tidak benar</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Dec 2011 09:27:28 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: A ris Nurwibowo</title>
		<link>http://ldii.info/mengapa-ldii-dalam-khotbah-jum%e2%80%99at-dengan-bahasa-arab.html/comment-page-1#comment-1372</link>
		<dc:creator>A ris Nurwibowo</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 May 2010 13:12:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ldii.info/?p=61#comment-1372</guid>
		<description>Assalaamu&#039;alaikum,Wahai sodara2ku warga LDII di Indonesia ataupun di dunia,dimana negara anda berada.
Kita harus yakin dengan menetapi agama yang berdasar Quran dan Sunnah nabi dijamin pasti benar (dalilnya saya yakin udah pada apal).
Nah, orang menegerjakan kabanaran pasti ada yang komentar,orang mengerjakan kemaksiyatan pasti juga dikomentari.Nah,sama2 dikomentari,teruskan aja kebenaran Quran Hadist yang selama kita tetapi.
Ada cerita Abunawas bersama anaknya ke pasar menjual keledai,
pertama keladai mereka tuntun,orang berkomentar&quot;anak sama bapaknya sama2 bodoh,wong bawa kwndaraan kok hanya di tuntun,mbok yo di tunggangi too?&quot;
Kedua Abunawas nunggang keledai,anaknya menuntun kendalinya,orang komentar lagi:&quot;Dasar bapak gak kasihan,masak anaknya suruh jalan,ee dia enak2 naik keledai&quot;
Ketiga ganti anaknya yang nunggang keledai Abunawas berjalan,lagi2 orang komentar:&quot;dasar anak gak tahu sopan ,masak bapaknya suruh jalan dia enak2 naik keledai?&quot;
Ahirnya Abunawas memutuskan untuk bersama anaknya sama2 naik keledai yang kecil itu,orang2 tambah komentar:&quot;memang orang gak tahu perikehewanan,mask keledai satu ditunggangi berdua?&quot;
LHA, SAMA2 DIKOMENTARI TAPI KITA PUNYA HARAPAN PAHALA DI AHERAT KRONO NIATKITA UNTUK IBADAH HANYA KEPADA ALLOH SESUAI SYARI&#039;AT,DAN SAMPAI AHIR HAYAT KITA MASING2.
SEMOGA BERMANFAAT,AMIIN.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalaamu&#8217;alaikum,Wahai sodara2ku warga LDII di Indonesia ataupun di dunia,dimana negara anda berada.<br />
Kita harus yakin dengan menetapi agama yang berdasar Quran dan Sunnah nabi dijamin pasti benar (dalilnya saya yakin udah pada apal).<br />
Nah, orang menegerjakan kabanaran pasti ada yang komentar,orang mengerjakan kemaksiyatan pasti juga dikomentari.Nah,sama2 dikomentari,teruskan aja kebenaran Quran Hadist yang selama kita tetapi.<br />
Ada cerita Abunawas bersama anaknya ke pasar menjual keledai,<br />
pertama keladai mereka tuntun,orang berkomentar&#8221;anak sama bapaknya sama2 bodoh,wong bawa kwndaraan kok hanya di tuntun,mbok yo di tunggangi too?&#8221;<br />
Kedua Abunawas nunggang keledai,anaknya menuntun kendalinya,orang komentar lagi:&#8221;Dasar bapak gak kasihan,masak anaknya suruh jalan,ee dia enak2 naik keledai&#8221;<br />
Ketiga ganti anaknya yang nunggang keledai Abunawas berjalan,lagi2 orang komentar:&#8221;dasar anak gak tahu sopan ,masak bapaknya suruh jalan dia enak2 naik keledai?&#8221;<br />
Ahirnya Abunawas memutuskan untuk bersama anaknya sama2 naik keledai yang kecil itu,orang2 tambah komentar:&#8221;memang orang gak tahu perikehewanan,mask keledai satu ditunggangi berdua?&#8221;<br />
LHA, SAMA2 DIKOMENTARI TAPI KITA PUNYA HARAPAN PAHALA DI AHERAT KRONO NIATKITA UNTUK IBADAH HANYA KEPADA ALLOH SESUAI SYARI&#8217;AT,DAN SAMPAI AHIR HAYAT KITA MASING2.<br />
SEMOGA BERMANFAAT,AMIIN.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gunawan</title>
		<link>http://ldii.info/mengapa-ldii-dalam-khotbah-jum%e2%80%99at-dengan-bahasa-arab.html/comment-page-1#comment-1357</link>
		<dc:creator>gunawan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 03:44:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ldii.info/?p=61#comment-1357</guid>
		<description>LDII itu Agama yang sudah sesuai dengan Qur&#039;an dan Alhadist kok masih dibilang sesat berarti orng yang mengatakan itu sesat ..bisa-bisanya ngomong begitu,,tau aja blm ..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>LDII itu Agama yang sudah sesuai dengan Qur&#8217;an dan Alhadist kok masih dibilang sesat berarti orng yang mengatakan itu sesat ..bisa-bisanya ngomong begitu,,tau aja blm ..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: kamsino</title>
		<link>http://ldii.info/mengapa-ldii-dalam-khotbah-jum%e2%80%99at-dengan-bahasa-arab.html/comment-page-1#comment-887</link>
		<dc:creator>kamsino</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 01:53:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ldii.info/?p=61#comment-887</guid>
		<description>khutbah jum&#039;atan kok pake bahasa indonesia.
mending Usholinya sekalian pake bahasa indonesia.
Alloh menurunkan alqur&#039;an itu bahasa arab supaya kita pikir2.
ini ada orang yang mau menggunakan bahasa arab malah dijelek2in.
manusia di bumi yang bermacam2 bahasa ketika haji khutbahnya pake bahasa arab bukan bahasa inggris ga ada yang protes</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>khutbah jum&#8217;atan kok pake bahasa indonesia.<br />
mending Usholinya sekalian pake bahasa indonesia.<br />
Alloh menurunkan alqur&#8217;an itu bahasa arab supaya kita pikir2.<br />
ini ada orang yang mau menggunakan bahasa arab malah dijelek2in.<br />
manusia di bumi yang bermacam2 bahasa ketika haji khutbahnya pake bahasa arab bukan bahasa inggris ga ada yang protes</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: m Oji</title>
		<link>http://ldii.info/mengapa-ldii-dalam-khotbah-jum%e2%80%99at-dengan-bahasa-arab.html/comment-page-1#comment-795</link>
		<dc:creator>m Oji</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 23:52:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ldii.info/?p=61#comment-795</guid>
		<description>Kalau menurut perasaan kita sih enaknya khutbah itu pake bahasa Indonesia atau jawa ,,,adzan juga enaknya dengan bahasa jawa kok contohnya  Heeeeeee reneeee ayo solat cah,,
Itulah namanya agama ada yg aturannya sudah di tetapkan ,kalau masalah nggak tau artinya ya kita harus belajar to,bahasa jawa saja belum tentu orang jawa ngerti ,,,ya nggak ya nggak ya nggak?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau menurut perasaan kita sih enaknya khutbah itu pake bahasa Indonesia atau jawa ,,,adzan juga enaknya dengan bahasa jawa kok contohnya  Heeeeeee reneeee ayo solat cah,,<br />
Itulah namanya agama ada yg aturannya sudah di tetapkan ,kalau masalah nggak tau artinya ya kita harus belajar to,bahasa jawa saja belum tentu orang jawa ngerti ,,,ya nggak ya nggak ya nggak?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hari SUharsa</title>
		<link>http://ldii.info/mengapa-ldii-dalam-khotbah-jum%e2%80%99at-dengan-bahasa-arab.html/comment-page-1#comment-789</link>
		<dc:creator>Hari SUharsa</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Oct 2009 13:38:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ldii.info/?p=61#comment-789</guid>
		<description>Assalamualikum
Di Pandeglang Banten..masih banyak mesjid (selain di LDII) yang hutbahnya berbahasa arab...Biasa aja tuh. Jadi gak masalah...

Ajkh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualikum<br />
Di Pandeglang Banten..masih banyak mesjid (selain di LDII) yang hutbahnya berbahasa arab&#8230;Biasa aja tuh. Jadi gak masalah&#8230;</p>
<p>Ajkh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ahmad</title>
		<link>http://ldii.info/mengapa-ldii-dalam-khotbah-jum%e2%80%99at-dengan-bahasa-arab.html/comment-page-1#comment-765</link>
		<dc:creator>Ahmad</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 15:05:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ldii.info/?p=61#comment-765</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum,

Aku juga heran kenapa ya mereka yang belum ngerti kok udah pada ngomong, apa nggak inget pada cerita2 orang (contoh), kalo orang - orang buta pegang gajah kemudian mereka ada yg pegang kakinya, pegang ekornya, pegang kupingnya, pegang punggungnya dll, setelah itu mereka disuruh cerita gajah itu seperti apa&quot; yg memegang kakinya bilang bahwa gajah itu kekar kuat, yg memegang ekornya bilang gajah itu kecil panjang, yg memegang kuping bilang gajah itu kecil dan lembek, yg memegang punggung bilang gajah itu besar. jadi begitulah kalo orang belum ngerti sebenarnya mereka mengartikan masing-masing sesuai dengan apa yg mereka mau padahal semua itu tidak pas (sesuai),karena itu marilah saudara-saudaraku kita sama-sama cari tahu (cari ngerti) dengan jelas dulu jgn katanya-katanya supaya kita mengartikan/ngomong yang sesuai dengan yang sebenarnya.

Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum,</p>
<p>Aku juga heran kenapa ya mereka yang belum ngerti kok udah pada ngomong, apa nggak inget pada cerita2 orang (contoh), kalo orang &#8211; orang buta pegang gajah kemudian mereka ada yg pegang kakinya, pegang ekornya, pegang kupingnya, pegang punggungnya dll, setelah itu mereka disuruh cerita gajah itu seperti apa&#8221; yg memegang kakinya bilang bahwa gajah itu kekar kuat, yg memegang ekornya bilang gajah itu kecil panjang, yg memegang kuping bilang gajah itu kecil dan lembek, yg memegang punggung bilang gajah itu besar. jadi begitulah kalo orang belum ngerti sebenarnya mereka mengartikan masing-masing sesuai dengan apa yg mereka mau padahal semua itu tidak pas (sesuai),karena itu marilah saudara-saudaraku kita sama-sama cari tahu (cari ngerti) dengan jelas dulu jgn katanya-katanya supaya kita mengartikan/ngomong yang sesuai dengan yang sebenarnya.</p>
<p>Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: A-dien</title>
		<link>http://ldii.info/mengapa-ldii-dalam-khotbah-jum%e2%80%99at-dengan-bahasa-arab.html/comment-page-1#comment-592</link>
		<dc:creator>A-dien</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 05:27:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ldii.info/?p=61#comment-592</guid>
		<description>Hehehe... jadi inget masa lalu nich...
Dulu waktu masih kuliah gwe sering denger isu negatif tentang ldii. Ada yang bilang klo solat di mesjidnya bakal di tusuk pake garpu dari belakang (saya denger di radio), dicuci lantai bekas ijakan kaki kita, ga mau bersalaman dengan kita karena menganggap najis, ketika pengajian lampunya dimatiin lalu melakukan hubungan intim laki perempuan, pokonya buanyak deh isu yang bikin kita merinding... ko ada ajaran yang seperti itu, gwe sempet dikasi tau temen klo ldii itu aliran sesat.
Meski merinding tapi anehnya gwe malah penasaran, pikiran gwe waktu itu, gwe pengen mengalaminya sendiri baru gwe bisa cerita bener engganya. 
Suatu hari jum&#039;at gwe memberanikan diri datang ke mesjid ldii jaraknya lumayan jauh dari kampus, sekali lagi itu gwe tempuh karena penasaran. 
Ketika gwe sampe di itu mesjid, gwe mulai meneliti kebiasaan orang disitu. Karena gwe dateng kira2 jam 11.15, jadi belum banyak orang yang dateng. Didalam mesjid Gwe liat orang bersorban sedang melaksanakan sholat sunnah. Gwe duduk sebentar di luar pura2 istirahat, padahal gwe sedang jadi ditektif hihihi... Gwe perhatikan dari awal mereka membuka sepatu, kemudian mencuci kaki di luar mesjid menggunakan sandal yang di sediakan, kemudian naik ke teras dan menuju tempat wudhu (gwe coba meniru), di tempat wudhu gwe perhatikan cara mereka wudhu (gwe ikutin). Nah yang mendebarkan itu saat gwe mesti masuk mesjid.
Di depan pintu mesjid gwe sempet berhenti sebentar (sambil gemeteran, takut isu yang gwe denger bener adanya), tiba2 ada orang tua yang mo masuk. Wuiiih... gwe kaget buanget.. gwe pikir dia mau nusuk gwe eh taunya dia mengucapkan salam sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman sambil dia ngomong &quot;Alhamdulillah Astagfirulloh&quot; gwe jawab aja &quot;Iya pa&quot;. kemudian gwe juga mengekor di belakang bapa tua itu. Gwe duduk aga pinggir (menjaga penyamaran), melihat kegiatan mereka di dalam mesjid, cara mereka sholat dll. Ada yang baca qur&#039;an, ada yang sholat sunnah, ada yang duduk sambil dzikir, sangat umum sih. 
Ngga lama laki2 bersorban yang gwe liat tadi berdiri terus mengumandangkan adzan (suaranya bagus buanget bikin merinding).
Sekitar 5 menit kemudian berdiri imam sholat sambil memberi salam, kemudian disambung adzan yang ke dua kalinya. Selesai adzan imam solat itupun berkhutbah di mimbar, terdiri khutbah 1 dan 2. Nah yang bikin gwe kaget, dari awal ampe akhir ternyata khutbahnya pake bahasa arab. Yang jadi pertanyaan dalam hati gwe bukan &quot;kenapa mesti pake bahasa arab ?&quot;, tapi &quot;kenapa saya ga ngeri bahasa arab ?, kenapa saya ga mempelajari tajwid dan al Quran&quot; (maklum waktu itu gwe belum bisa baca Quran).
Setelah selesai, sebagian membubarkan diri dan sebagian lainnya masih ditempat sambil mendengarkan tausiah dari imam sholat itu, yang ini pake bahasa Indonesia. Gwe termasuk orang yang bubar soalnya ada jadwal kuliah. 
Begitu menjauh dari mesjid ldii itu, gwe bersukur, soalnya gwe ga ditusuk atau di lecehkan.
Kejadian di mesjid itu bikin gwe penasaran dan inget terus. Akhirnya gwe sering datang ke situ. Se rapi2nya gwe menutupi identitas tetep aja ketauan. Masalahnya, sekalipun wudhu dan sholat gwe bisa meniru mereka tapi ada hal yang tidak mereka kerjakan tapi gwe kerjakan. Gwe meroko sedangkan mereka engga, gwe bercelana menyentuh tanah sambil robek2 karena sering terinjak spatu, sedangkan mereka diatas mata kaki (ngatung/cingkrang). 
Lucunya... sebenarnya mereka tau sejak awal kalo gwe bukan warga ldii, tapi mereka membiarkan gwe untuk ikut sholat. Bahkan setelah gwe ceritakan kepada gwe sholat disini, mereka ketawa sambil ngomong &quot;semua isu yang Anda denger itu tidak terbukti kan ?&quot; gwe ngangguk sambil tersenyum juga. Singkat cerita karena mereka sering melihat gwe disitu, mereka mau mengajarkan gwe Al Quran dan Al Hadits makna dan keterangannya sampe gwe faham dan ngerti.
Setelah ngerti, baru gwe tau isi khutbah bahasa arab itu, Subhannalloh, ternyata artinya sangan bagus sekali, diantaranya mengajak kita menjadi orang yang taqwa kepada Alloh dll.
Sebab kejadian itu sampe sekarang gwe ikut kegiatan pengajian di ldii dan syukurnya lagi, gwe menikahi gadis ldii yang cuantik banget... hihihi (rezeki dari Alloh).
Alhamdulillah. Semua isu yang gwe denger ga terbukti.
Ini sekedar pengalaman gwe tapi mudah2han bisa diterima hikmahnya...

Membuktikan sendiri suatu kabar, jauh lebih baik daripada katanya katanya...

Alhamdulillah Jazakumullohu khoiron.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hehehe&#8230; jadi inget masa lalu nich&#8230;<br />
Dulu waktu masih kuliah gwe sering denger isu negatif tentang ldii. Ada yang bilang klo solat di mesjidnya bakal di tusuk pake garpu dari belakang (saya denger di radio), dicuci lantai bekas ijakan kaki kita, ga mau bersalaman dengan kita karena menganggap najis, ketika pengajian lampunya dimatiin lalu melakukan hubungan intim laki perempuan, pokonya buanyak deh isu yang bikin kita merinding&#8230; ko ada ajaran yang seperti itu, gwe sempet dikasi tau temen klo ldii itu aliran sesat.<br />
Meski merinding tapi anehnya gwe malah penasaran, pikiran gwe waktu itu, gwe pengen mengalaminya sendiri baru gwe bisa cerita bener engganya.<br />
Suatu hari jum&#8217;at gwe memberanikan diri datang ke mesjid ldii jaraknya lumayan jauh dari kampus, sekali lagi itu gwe tempuh karena penasaran.<br />
Ketika gwe sampe di itu mesjid, gwe mulai meneliti kebiasaan orang disitu. Karena gwe dateng kira2 jam 11.15, jadi belum banyak orang yang dateng. Didalam mesjid Gwe liat orang bersorban sedang melaksanakan sholat sunnah. Gwe duduk sebentar di luar pura2 istirahat, padahal gwe sedang jadi ditektif hihihi&#8230; Gwe perhatikan dari awal mereka membuka sepatu, kemudian mencuci kaki di luar mesjid menggunakan sandal yang di sediakan, kemudian naik ke teras dan menuju tempat wudhu (gwe coba meniru), di tempat wudhu gwe perhatikan cara mereka wudhu (gwe ikutin). Nah yang mendebarkan itu saat gwe mesti masuk mesjid.<br />
Di depan pintu mesjid gwe sempet berhenti sebentar (sambil gemeteran, takut isu yang gwe denger bener adanya), tiba2 ada orang tua yang mo masuk. Wuiiih&#8230; gwe kaget buanget.. gwe pikir dia mau nusuk gwe eh taunya dia mengucapkan salam sambil menyodorkan tangan untuk bersalaman sambil dia ngomong &#8220;Alhamdulillah Astagfirulloh&#8221; gwe jawab aja &#8220;Iya pa&#8221;. kemudian gwe juga mengekor di belakang bapa tua itu. Gwe duduk aga pinggir (menjaga penyamaran), melihat kegiatan mereka di dalam mesjid, cara mereka sholat dll. Ada yang baca qur&#8217;an, ada yang sholat sunnah, ada yang duduk sambil dzikir, sangat umum sih.<br />
Ngga lama laki2 bersorban yang gwe liat tadi berdiri terus mengumandangkan adzan (suaranya bagus buanget bikin merinding).<br />
Sekitar 5 menit kemudian berdiri imam sholat sambil memberi salam, kemudian disambung adzan yang ke dua kalinya. Selesai adzan imam solat itupun berkhutbah di mimbar, terdiri khutbah 1 dan 2. Nah yang bikin gwe kaget, dari awal ampe akhir ternyata khutbahnya pake bahasa arab. Yang jadi pertanyaan dalam hati gwe bukan &#8220;kenapa mesti pake bahasa arab ?&#8221;, tapi &#8220;kenapa saya ga ngeri bahasa arab ?, kenapa saya ga mempelajari tajwid dan al Quran&#8221; (maklum waktu itu gwe belum bisa baca Quran).<br />
Setelah selesai, sebagian membubarkan diri dan sebagian lainnya masih ditempat sambil mendengarkan tausiah dari imam sholat itu, yang ini pake bahasa Indonesia. Gwe termasuk orang yang bubar soalnya ada jadwal kuliah.<br />
Begitu menjauh dari mesjid ldii itu, gwe bersukur, soalnya gwe ga ditusuk atau di lecehkan.<br />
Kejadian di mesjid itu bikin gwe penasaran dan inget terus. Akhirnya gwe sering datang ke situ. Se rapi2nya gwe menutupi identitas tetep aja ketauan. Masalahnya, sekalipun wudhu dan sholat gwe bisa meniru mereka tapi ada hal yang tidak mereka kerjakan tapi gwe kerjakan. Gwe meroko sedangkan mereka engga, gwe bercelana menyentuh tanah sambil robek2 karena sering terinjak spatu, sedangkan mereka diatas mata kaki (ngatung/cingkrang).<br />
Lucunya&#8230; sebenarnya mereka tau sejak awal kalo gwe bukan warga ldii, tapi mereka membiarkan gwe untuk ikut sholat. Bahkan setelah gwe ceritakan kepada gwe sholat disini, mereka ketawa sambil ngomong &#8220;semua isu yang Anda denger itu tidak terbukti kan ?&#8221; gwe ngangguk sambil tersenyum juga. Singkat cerita karena mereka sering melihat gwe disitu, mereka mau mengajarkan gwe Al Quran dan Al Hadits makna dan keterangannya sampe gwe faham dan ngerti.<br />
Setelah ngerti, baru gwe tau isi khutbah bahasa arab itu, Subhannalloh, ternyata artinya sangan bagus sekali, diantaranya mengajak kita menjadi orang yang taqwa kepada Alloh dll.<br />
Sebab kejadian itu sampe sekarang gwe ikut kegiatan pengajian di ldii dan syukurnya lagi, gwe menikahi gadis ldii yang cuantik banget&#8230; hihihi (rezeki dari Alloh).<br />
Alhamdulillah. Semua isu yang gwe denger ga terbukti.<br />
Ini sekedar pengalaman gwe tapi mudah2han bisa diterima hikmahnya&#8230;</p>
<p>Membuktikan sendiri suatu kabar, jauh lebih baik daripada katanya katanya&#8230;</p>
<p>Alhamdulillah Jazakumullohu khoiron.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wong Kito Galo</title>
		<link>http://ldii.info/mengapa-ldii-dalam-khotbah-jum%e2%80%99at-dengan-bahasa-arab.html/comment-page-1#comment-570</link>
		<dc:creator>Wong Kito Galo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Aug 2009 04:58:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ldii.info/?p=61#comment-570</guid>
		<description>Saudara-2ku yg dirahmati gusti Allah. Menurut sy dari apa yg sy kaji ttg kutbah berbahasa arab ditinjau dari sisi dalil dan kajian analitik. 
Di atas sdh dijelaskan secara sandaran hujah dari para ulama salaf bahwasannya justru kutbah disarankan berbahasa arab (menurut mazhabul Arba&#039;= 4 imam mazhab), bahkan imam Maliki mensyaratkan harus berbahasa arab.
Coba kita lihat di sisi hubungan dalil antar dalil dlm alhadist. 1. Hadist Tirmidzi,juz2 : &quot; Aljum&#039;ata wajibun &#039;ala kulli muslimin illa arba&#039;, abdun mamluk,ashobiyun,imro&#039;atun,au maridh &quot; artinya Sholat jumat itu wajib bagi tiap orang islam kecuali 4 golongan, hamba sahaya/budak,anak kecil/belum baligh,wanita,orang sakit.
Nampak di sini yg wajib adalah mrk yg sdh mempunyai kemampuan utk berfikir,belajar,sehatjasmani dan rohani (baligh) sehingga kesempatan utk belajar tuntunan Allah rosul sdh didepan mata tinggal personnya mau atau tidak. Artinya belajar mengerti sebuah dalil yg berbahasa arab tdk harus belajar nahwu shorof/tata bahasa arab, namun dpt belajar secara sorogan/makna lafziyah perkata yg sdh diterapkan di beberapa pondok2 pesantren dan majelis2 ta&#039;lim yg ada di Indonesia
2. Kutbah jumat merupakan rentetan ibadah maghdoh yg sdh ditentukan rukunnya yg merupakan puncak &quot;kesakralan&quot; sebuah makna ibadah jumatan. Kutbah jumat sangat berbeda dgn ceramah2,nasihat2 agama saat peringatan hari besar Islam, kutbah walimatul urush, walimatul ghulam dll. Kutbah jumat merupakan momentum yg sangat sakral dan sangat diagungkan oleh seluruh Malaikat. Dlm riwayat Hadist Abu Dawud nabi bersabda &quot; Malaikat rahmat pd hari jumat berdiri di setiap pintu-pintu masjid, mencatat hamba yg datang pertama kali,kedua, ketiga,keempat dan selanjutnya. Hamba yg datang pertama diberi pahala seekor unta,yg kedua se ekor sapi, ketiga se ekor domba, ke empat seekor ayam dan selanjutnya senilai telor ayam. Maka ketika imam naik kemimbar utk kutbah, maka para malaikat menutup buku catatan amalan hamba yg mendatangi jumatan. Mrk (para malaikat) mendengarkan imam yg sedang kutbah. Maka barang siapa yang memegang kerikil maka sungguh2 Lagho.&quot; Lagho artinya hal2 yg dpt mengurangi pahala,nilai suatu amalan (yg tdk manfaat). Oleh krn itu kutbah lebih afdhol berbahasa Arab, tentunya dgn tuntunan kontens/isi kutbah berdasarkan dalil. Krn jika menggunakan bahasa sendiri maka isi kutbah mudah diimprovisasi,dikondisikan sesuai keadaan saat ini dan keinginannya si Khotib. Contoh kalau pas lagi hangat2nya pilkada...isi kutbah membahas masalah pilkada, kalau pas lagi masalah pemilu presiden....isi kutbah membahas masalah pemilu dan kembangannya ke urusan politik,ekonomi,budaya dll yg lebih cenderung tdk bermakna dlm ghiroh nilai islam. Bahkan pernah sy ikuti kutbah layaknya ceramah peringatan hari besar islam yaitu dgn jok-jok dan guyonan....naudzubillah min dzalik. kalau demikian keadaannya lalu bagaimana &quot;para malaikat mendengarkan isi kutbah yg mustinya sakral ???....
3. Khutbah jumat sifatnya seperti sholat. 
HR Attirmidzi, nabi besabda : &quot; Sholatlah sbgmana kalian melihat aku sholat, dan jgnlah kalian berbicara krn yg demikian itu perbuatan Lagho &quot;. Terdapat lafal lagho dlm 2 hadist yg disampaikan nabi. Yg satu hadist utk kutbah jumat dan yg satu lagi utk sholat dgn pengertian kedua lafal tsb adalah sama, yaitu hal2 yg dpt mengurangi nilai pahala krn tdk adanya manfaat didlmnya. Bahkan nabi melarang ketika imam sedang kutbah, sekalipun ada anak kecil yg bersuara gaduh kita dilarang mengatakan &quot;hus,sst atau lainnya&quot; yg niatnya utk menghentikan suara gaduh tsb.
Mempelajari sebuah ilmu agama dlm hal ini dinnul islam sudah merupakan keniscayaan/kewajiban yg melekat pd seorang makhluk yg dinamakan manusia ataupun jin. Oleh krn itu jgnlah kita menerka,mengira2,menganalisa secara logika berfikir manusia....krn itu semua sgt dimungkinkan ada campur tangan,bisikan syetan/iblis yg membuat manusia berfikir praktis sesuai keinginannya sendiri dgn mengindahkan nilai2 luhur y terkandung dlm sebuah petunjuk yg murni yaitu Alquran &amp; Alhadist.

Selamat meng-kaji.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saudara-2ku yg dirahmati gusti Allah. Menurut sy dari apa yg sy kaji ttg kutbah berbahasa arab ditinjau dari sisi dalil dan kajian analitik.<br />
Di atas sdh dijelaskan secara sandaran hujah dari para ulama salaf bahwasannya justru kutbah disarankan berbahasa arab (menurut mazhabul Arba&#8217;= 4 imam mazhab), bahkan imam Maliki mensyaratkan harus berbahasa arab.<br />
Coba kita lihat di sisi hubungan dalil antar dalil dlm alhadist. 1. Hadist Tirmidzi,juz2 : &#8221; Aljum&#8217;ata wajibun &#8216;ala kulli muslimin illa arba&#8217;, abdun mamluk,ashobiyun,imro&#8217;atun,au maridh &#8221; artinya Sholat jumat itu wajib bagi tiap orang islam kecuali 4 golongan, hamba sahaya/budak,anak kecil/belum baligh,wanita,orang sakit.<br />
Nampak di sini yg wajib adalah mrk yg sdh mempunyai kemampuan utk berfikir,belajar,sehatjasmani dan rohani (baligh) sehingga kesempatan utk belajar tuntunan Allah rosul sdh didepan mata tinggal personnya mau atau tidak. Artinya belajar mengerti sebuah dalil yg berbahasa arab tdk harus belajar nahwu shorof/tata bahasa arab, namun dpt belajar secara sorogan/makna lafziyah perkata yg sdh diterapkan di beberapa pondok2 pesantren dan majelis2 ta&#8217;lim yg ada di Indonesia<br />
2. Kutbah jumat merupakan rentetan ibadah maghdoh yg sdh ditentukan rukunnya yg merupakan puncak &#8220;kesakralan&#8221; sebuah makna ibadah jumatan. Kutbah jumat sangat berbeda dgn ceramah2,nasihat2 agama saat peringatan hari besar Islam, kutbah walimatul urush, walimatul ghulam dll. Kutbah jumat merupakan momentum yg sangat sakral dan sangat diagungkan oleh seluruh Malaikat. Dlm riwayat Hadist Abu Dawud nabi bersabda &#8221; Malaikat rahmat pd hari jumat berdiri di setiap pintu-pintu masjid, mencatat hamba yg datang pertama kali,kedua, ketiga,keempat dan selanjutnya. Hamba yg datang pertama diberi pahala seekor unta,yg kedua se ekor sapi, ketiga se ekor domba, ke empat seekor ayam dan selanjutnya senilai telor ayam. Maka ketika imam naik kemimbar utk kutbah, maka para malaikat menutup buku catatan amalan hamba yg mendatangi jumatan. Mrk (para malaikat) mendengarkan imam yg sedang kutbah. Maka barang siapa yang memegang kerikil maka sungguh2 Lagho.&#8221; Lagho artinya hal2 yg dpt mengurangi pahala,nilai suatu amalan (yg tdk manfaat). Oleh krn itu kutbah lebih afdhol berbahasa Arab, tentunya dgn tuntunan kontens/isi kutbah berdasarkan dalil. Krn jika menggunakan bahasa sendiri maka isi kutbah mudah diimprovisasi,dikondisikan sesuai keadaan saat ini dan keinginannya si Khotib. Contoh kalau pas lagi hangat2nya pilkada&#8230;isi kutbah membahas masalah pilkada, kalau pas lagi masalah pemilu presiden&#8230;.isi kutbah membahas masalah pemilu dan kembangannya ke urusan politik,ekonomi,budaya dll yg lebih cenderung tdk bermakna dlm ghiroh nilai islam. Bahkan pernah sy ikuti kutbah layaknya ceramah peringatan hari besar islam yaitu dgn jok-jok dan guyonan&#8230;.naudzubillah min dzalik. kalau demikian keadaannya lalu bagaimana &#8220;para malaikat mendengarkan isi kutbah yg mustinya sakral ???&#8230;.<br />
3. Khutbah jumat sifatnya seperti sholat.<br />
HR Attirmidzi, nabi besabda : &#8221; Sholatlah sbgmana kalian melihat aku sholat, dan jgnlah kalian berbicara krn yg demikian itu perbuatan Lagho &#8220;. Terdapat lafal lagho dlm 2 hadist yg disampaikan nabi. Yg satu hadist utk kutbah jumat dan yg satu lagi utk sholat dgn pengertian kedua lafal tsb adalah sama, yaitu hal2 yg dpt mengurangi nilai pahala krn tdk adanya manfaat didlmnya. Bahkan nabi melarang ketika imam sedang kutbah, sekalipun ada anak kecil yg bersuara gaduh kita dilarang mengatakan &#8220;hus,sst atau lainnya&#8221; yg niatnya utk menghentikan suara gaduh tsb.<br />
Mempelajari sebuah ilmu agama dlm hal ini dinnul islam sudah merupakan keniscayaan/kewajiban yg melekat pd seorang makhluk yg dinamakan manusia ataupun jin. Oleh krn itu jgnlah kita menerka,mengira2,menganalisa secara logika berfikir manusia&#8230;.krn itu semua sgt dimungkinkan ada campur tangan,bisikan syetan/iblis yg membuat manusia berfikir praktis sesuai keinginannya sendiri dgn mengindahkan nilai2 luhur y terkandung dlm sebuah petunjuk yg murni yaitu Alquran &amp; Alhadist.</p>
<p>Selamat meng-kaji.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ipul</title>
		<link>http://ldii.info/mengapa-ldii-dalam-khotbah-jum%e2%80%99at-dengan-bahasa-arab.html/comment-page-1#comment-568</link>
		<dc:creator>ipul</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 09:19:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ldii.info/?p=61#comment-568</guid>
		<description>setauku bukan maslah bahasa yg digunakan dalam kutbah tapi bagaimana agar pesan dan maksud isi kotbah itu bisa dimengerti oleh orang yg tidak berbahasa arab,bukankah islam itu adalah wahyu ilahi yg dibawakan oleh Muhammad untuk umat manusia. jadi islam bukanlah arabisasi waloupun Qur&#039;an dg bahasa sejenis arab dan Muhammad adalah orang arab.Tuhan sang pemilik segala maha itu tdak melihat kadar keimanan umatnya dari bahasanya/pakeanya/warna kulitnya.tapi dari ketaqwaanya. yg bisa berIslam dg benar sebagai kholiah dimuka bumi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setauku bukan maslah bahasa yg digunakan dalam kutbah tapi bagaimana agar pesan dan maksud isi kotbah itu bisa dimengerti oleh orang yg tidak berbahasa arab,bukankah islam itu adalah wahyu ilahi yg dibawakan oleh Muhammad untuk umat manusia. jadi islam bukanlah arabisasi waloupun Qur&#8217;an dg bahasa sejenis arab dan Muhammad adalah orang arab.Tuhan sang pemilik segala maha itu tdak melihat kadar keimanan umatnya dari bahasanya/pakeanya/warna kulitnya.tapi dari ketaqwaanya. yg bisa berIslam dg benar sebagai kholiah dimuka bumi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: muhammad maswan</title>
		<link>http://ldii.info/mengapa-ldii-dalam-khotbah-jum%e2%80%99at-dengan-bahasa-arab.html/comment-page-1#comment-510</link>
		<dc:creator>muhammad maswan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 07:30:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ldii.info/?p=61#comment-510</guid>
		<description>mohon dikirimi khotbah juma&#039;h dengan bahasa arab,terima kasih</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mohon dikirimi khotbah juma&#8217;h dengan bahasa arab,terima kasih</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

