Jarak Pondokan Haji ke Masjidil Haram Masih Mungkin di Dekatkan
Mekkah (MCH)–Menteri Agama Suryadharma Ali menegaskan jarak pondokan jamaah haji Indonesia dengan kawasan Masjidil Haram masih mungkin untuk di dekatkan. Namun, untuk mewujudkan hal ini perlu pemikiran kajian serius dari seluruh pihak yang terkait dalam proses penyelenggaraan ibadah haji. Sebab, mendekatkan jarak pondokan itu banyak konsekuensinya.
“Masih mungkin untuk setiap tahun jarak pondokan jamaah haji kita lebih didekatkan ke Masjdil Haram. Kami akan kaji lagi apakah rumah jamaah yang selama di Makkah kini berada dalam radius 2,5 kilometer menjadi hanya sekitar 1,5 kilometer saja. Kami berharap mudah-mudahan ke depan keinginan ini bisa diwujudkan,” kata Suryadharma Ali, di Makkah, kamis (27/10).
Pada sisi lain, lanjut Suryadharma, memang ada konsekuensi perihal semakin dekatnya jarak pemondokan itu. Salah satu yang paling konkrit adalah potensi naiknya besaran biaya atau ongkos naik haji. Sisi lainnya juga melihat ada tidaknya ketersedian rumah bagi para jamaah di wilayah yang lebih dekat itu mengingat jumlah jamaah haji Indonesia sangat besar, yakni lebih dari 220 ribu orang.
“Jelas semakin dekat jarak rumah, maka sewanya pun semakin mahal. Apalagi harga sewanya pun dari tahun ke tahun terus merangkak naik. Ini tentu saja bisa membuat ongkos naik haji jamaah kita semakin mahal. Nah, untuk itu maka harus dikaji dalam banyak segi, misalnya bagaimana sikap dari DPR. Ini yang penting, namun kami terus mencoba mendekatkannya,” ujar Suryadharma.
Persoalan lain yang juga tak kalah rumit dalam soal penyediaan pemondokan di Makkah adalah karena urusan ini tidak lagi berada dalam ranah hubungan negara, yakni pemerintah Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi. “Soal penyediaan rumah jamaah haji Indonesia di Arab Saudi itu soal hubungan sewa menyewa biasa. Jadi pemerintah Arab Saudi tak bisa campur tangan karena itu urusan domestik warga negaranya, tegasnya.
Dalam segi yang lain, tegas Surya, pemerintah kerajaan Arab Saudi itu juga sadar sepenuhnya bahwa bila mereka terlalu gampang meluluskan keinginan agar pemerintah Indonesia bisa memiliki rumah tersendiri bagi para jamaah haji, juga bisa mengancam kehidupan rakyatnya. Padahal saat haji itulah warga negara bisa memetik keuntungan ekonomi untuk membiayai hidupnya sehari-hari.
“Jadi kalau ada yang mendesak mengapa Indonesia tidak segera membangun rumah jamaah hajinya sendiri, itu juga tak gampang. Bayangkan kalau kita bangun 320-an rumah seperti jumlah rumah yang dipakai jamaah haji kita sekarang ini di Makkah, maka berapa banyak orang Makkah yang juga kehilangan pendapatannya. Nah, jadi memang harus saling berbagi,” tandas Suryadharma Ali.(muhammad subarkah)
Sumber: kemenag.go.id
Related posts:
- Arab Saudi Sukses Selenggarakan Haji Tahun ini Mekah, Saudi Arabia – Putra Mahkota Saudi Pangeran Nayef bin Abdul Aziz mengakui pelaksanaan haji tahun ini berlangsung sukses di tengah kekhawatiran kekacauan akibat pergolakan...
- Haji Dalam Angka Diperkirakan 2,5 juta jamaah haji berkumpul di tanah suci, 1,8 juta dari luar negeri sedangkan 700.000 – 800.000 berasal dari dalam negeri Arab Saudi....
- Haji di Tengah Konflik Dunia Arab (Reuters) - Sebagai salah satu dari lima rukun Islam, ibadah haji diwajibkan bagi setiap Muslim yang secara fisik mampu melaksanakannya. Tapi musim haji tahun...
- Giliran ‘Kamar Barokah’ Diburu Pasangan Haji INILAH.COM, Mekkah- Ritual ibadah haji praktis sudah selesai. ...
- Nonton Siaran Haji Langsung di Youtube New Delhi: Untuk pertama kalinya Youtube akan menyiarkan langsung pelaksanaan ibadah haji mulai 5 November. Sekitar 2,5 juta Muslim dari berbagai penjuru dunia secara resmi...




