Dakwah

Enam Thobiat Luhur, Jawaban Konflik dalam Masyarakat

Pengurus LDII tidak henti-henti di dalam memberikan arahan-arahan kepada seluruh jamaah di dalam hidup bermasyarakat dan bernegara dengan dasar hukum Pancasila dan UUD 1945 serta peraturan pemerintah yang sah, untuk selalu mewujudkan Enam Thobiat Luhur dalam kehidupan bermasyarakat. Enam Thobiat Luhur yang dirumuskan oleh ulama dan pengurus LDII, berdasarkan tuntunan Allah dan Rasulullah dalam Al Quran da as-Sunah ini, terbukti dapat menjadi peredam konflik yang terjadi dan menjadi falsafah untuk menciptakan harmoni serta kedamaian dalam masyarakat. Enam Thobiat Luhur tersebut juga merupakan resep ampuh dalam membina keutuhan umat dan pengembangan Dakwah Islam oleh LDII selama ini

Sebuah Debat Terbuka, Islam Agama Kekerasan?

REPUBLIKA.CO.ID,Menurut ahli Arab dari Belanda, Hans Jansen, Islam adalah agama kekerasan yang menganjurkan perang melawan mereka yang tidak sepaham.

KH. Muhammad Irsyad Rosyidi

KH Muhammad Irsyad Rosyidi adalah salah satu ulama senior LDII yang mengabdikan hampir seluruh hidupnya untuk pengembangan dakwah Islam, Quran dan Hadist. Setelah lulus mondok tahun 1974 mubaligh kelahiran Pati 1954 ini melaksanakan tugas mengajar Quran dan Hadist selama 5 tahun di berbagai daerah seperti; Banyuwangi, Blora, Ngawi, Sragen, Pemalang, Pekalongan, Jakarta dan terakhir di Karawang.

Rukun dan Bersaudara dalam Islam

Pada awal perkembangannya tahun 1950-an jamaah LDII masih sedikit, minim fasilitas, masih miskin dan belum ada jamaah yang terpandang.

Pondok Pesantren LDII Kaliawen

LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia) menaruh prioritas utama dalam pelestarian dan penyebaran Ilmu Quran dan Hadist dengan cara membangun dan mengembangkan Pondok-pondok pesantren di hampir setiap kota dan kabupaten di Indonesia. Pondok pesantren merupakan pusat penyebaran ilmu Quran Hadist dan tempat mencetak para mubaligh dan mubalighot, calon ulama-ulama masa depan

Jihad dan Terorisme

Insiden teror kembali mengoyak negeri ini. Sebuah bom telah meledak di depan kantor Jaringan Islam Liberal (JIL) di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa 15 Maret 2011.

Sisi Lain Munas LDII 2011 di Surabaya

Alhamdulillah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia, atas ridho Allah berhasil melaksanakan Musyawarah Nasional dengan aman dan lancar, 8-9 Maret 2011. Munas LDII ke-7 di kota Surabaya ini telah menghasilkan keputusan-keputusan penting untuk perkembangan organisasi lima tahun ke depan antara lain: memilih kembali Prof

Menpora Hadiri Munas LDII di Surabaya

Surabaya: Menpora Andi Mallarangeng hari Rabu (9/3) petang mendarat di bandara Juanda Surabaya, setelah terbang dari Banjarmasin. Di Banjarmasin, Menpora mewakili Presiden SBY membuka Kongres PMII (Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia), sedang di Surabaya, hari Rabu malam Menpora menghadiri Munas ke VII LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia), di Grha LDII Nggayungan, Surabaya. Munas LDII diikuti 1.300 orang peserta yang berasal dari Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Daerah Provinsi dan Dewan Pimpinan Daerah Kota/Kabupaten

LDII : Islam Tidak Mengenal Radikalisme

TEMPO Interaktif, Surabaya – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) tegaskan, Islam yang dia anut bukanlah Islam yang radikal. “Kita harus tunjukan, Islam tidak radikal, Islam sejuk dan damai,” kata Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam, ketika membuka Munas LDII ke-VII di Shangri-la Hotel Surabaya, Selasa (8/3)

LDII Selenggarakan Munas ke-7 di Surabaya

TEMPO Interaktif, SURABAYA – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII, di hotel Shangri-La Surabaya, Selasa siang ini (8/3). Munas digelar hingga Rabu besok (9/3).