Berita

Nawaqidl al-Islam (Lanjutan)

terdahulu disebutkan bahwa para Ulama Islam telah mengidentifikasi sedikitnya ada sepuluh perkara yang dapat merusak ke-Islam-an seseorang.

Pondok Quran Hadist Gading Mangu

Pondok Pesantren Gading Mangu merupakan salah satu pusat pendidikan agama Islam terbesar di Indonesia. Sebanyak 4.200 (empat ribu dua ratus) santri yang datang dari berbagai daerah di Indonesia saat ini menempuh pendidikan Quran Hadist di pondok ini.

Menjadikan Media Sebagai Alat Dakwah

ditulis oleh : Budi Waluyo, ST* Sabtu, 4 Juni 2011 di Pondok Wali Barokah saya mendapat cerita teman saya, Yunus asal Bandung.

Dadio Gurune Jagad

Setelah menghatamkan Hadist Kutubu Sittah yang terdiri dari: Shohih Bukhori, Shohih Muslim, Sunan Temizi, Sunan Abi Dawud, Sunan Nasa’i dan Sunan Ibnu Majah, sejak tahun 2002 LDII kembali mengirimkan belasan mubalighnya ke Mekah untuk memperdalam ilmu Quran Hadist.

Bertaubat setelah Membunuh 99 Orang

Hadist berikut mengajarkan pada kita bahwa Allah mengampuni seberapapun besar dosa-dosa hambanya selagi mau bertaubat kembali pada jalan yang benar.

AS Kritik Kebebasan Beragama Indonesia

WASHINGTON, KOMPAS.com – Meski Indonesia secara umum menghormati kebebasan beragama tetapi dalam sejumlah kasus negara telah gagal melindungi orang dari diskriminasi dan pelecehan berdasarkan agama.

Nawaqidl al-Islam

10 Perkara yang Merusak Keislaman Seseorang Islam adalah satu-satunya Agama Allah yang sah di muka bumi ini, agama yang sempurna, dan yang telah diridhoi oleh Allah sebagai agama bagi hambanya yang terdiri dari Jin dan Manusia. Agama selain Islam tidak diterima oleh Allah. 19إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَام …

Keutamaan Berbahasa Arab

ditulis: Al-Mukarrom Ustad KH. Shobirun Ahkam,pimpinan Pondok LDII Mulyo Abadi, Sleman, Yogyakarta Bersamaan membesarnya Islam, maka bahasa Arab pun makin terkenal. Setelah Umar atau Ali RA menyuruh Abul-Aswad agar menyusun kitab Nahwu, dalam waktu cepat bahasa Arab mendunia

Mufti Mekah di Pondok LDII

Syech Dr Abdullah Nasri Yahya Al Asiri, dosen sekaligus Mufti di Ma’had Haram Mekah, 7 April 2011 mengunjungi Pondok Pesantren LDII Wali Barokah Burengan Kediri. Didampingi Ustad Haji Muhammad Cholil Asari dan Ustad Haji Abdul Aziz Ridwan, Sheikh kelahiran Mekah 1979 ini berkeliling meninjau fasilitas Pondok termasuk melihat panorama kota Kediri dari menara Asmaulhusna

Mufti Mekah di Pondok LDII

Syech Dr Abdullah Nasri Yahya Al Asiri, dosen sekaligus Mufti di Ma’had Haram Mekah, 7 April 2011 mengunjungi Pondok Pesantren LDII Wali Barokah Burengan Kediri. Didampingi Ustad Haji Muhammad Cholil Asari dan Ustad Haji Abdul Aziz Ridwan, Sheikh kelahiran Mekah 1979 ini berkeliling meninjau fasilitas Pondok termasuk melihat panorama kota Kediri dari menara Asmaulhusna.