Beritikaf, Mencari Derajat Tinggi di Sisi Allah

Hari ini puasa Ramadan 1432H telah memasuki hari ke-23. Sepuluh hari terakhir Ramadhan memiliki keistimewaan besar. Ibadah unggulan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah Itikaf. ITIKAF adalah berdiam diri di dalam masjid semalam suntuk sambil melaksanakan ibadah-ibadah sunah.

حَدَثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِىٍّ. ثَنَا أبُو بَكْرِبْنُ عَيَّشٍ، عَنْ أبِى حُصَيْنِ، عَنْ أبِى صَالِحٍ، عَنْ أبِى هُرَيْرَةَ؛ قَالَ: كَانَ النَّبِىَّ صلى اللهُ علىه وسلم يَعْتَكِفُ كُلَّ عَامٍ عَشْرَةً أَيَّامٍ. فَلَمَّ كَانَ الْعَامُ الَّذِى قُبِضَ فِيْهِ، اعْتِكَفَ عِشْرِيْنَ يَوْمًا. وَكَانَ يُعْرَضُ عَلَيْهِ الْقُرآنُ فُى كُلِّ عَامٍ مَرَّةً. فَلَمَّ كَانَ الْعَامُ الَّذِى قُبِضَ فِيْهِ عُرِضُ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ. رواه ابن ماخة فى كتب الصيام ١٧٦٩

… Abi Hurairoh meriwayatkan, Nabi itikaf setiap tahun sepuluh hari namun pada tahun yang beliau (Nabi) diwafatkan, beliau itikaf selama dua puluh hari. Dan didatangkan Quran pada beliau setiap tahun satu kali namun pada tahun yang beliau (Nabi) diwafatkan, didatangkan (Al-Quran) pada Nabi dua kali.

Hadist Ibnu Majah Kitabushiam nomor 1769 (Shohih)

حَدَثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيىَ. ثَنَا عَبْدُالرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِىٍّ، عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ ثّابِتِ عَنْ أَبِى رَافِعٍ، عَنْ أبَىِّ بْنِ كَعْبٍ؛ أنَّ النَّبِىَّ صلى اللهُ علىه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ العَشْ رَاَلْأَ وَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ. فَسَافَرَ عَامًا. فَلَمَّ كَانَ مِنَ الْعَامُ الْمُقْبِلٍ، اعتَكَفَ عِشْرِيْنَ يَوْمًا. رواه ابن ماخة فى كتب الصيام ١٧٧٠

… Dari Abiyin bin Ka’bin sesungguhnya Nabi SAW itikaf sepuluh hari akhir dari bulan Ramadhan. Maka pada tahun perjalanan (8 Hijriyah). Ketika pada tahun beliau (Nabi) diwafatkan, Nabi itikaf dua puluh hari.

Hadist Ibnu Majah Kitabushiam nomor 1770 (Shohih)

Jamaah LDII, bersama dengan umat Islam lain di seluruh dunia, tidak melewatkan kesempatan berharga ini, memburu pahala sebesar-besarnya, mencari derajat tinggi di sisi Allah. Selain rutin mengaji Quran-Hadist, acara itikaf diisi dengan kegiatan ibadah seperti; tadarus / membaca Al-Quran, salat sunah, berzikir dan berdoa.

Dalam malam sepuluh hari terakhir Ramadhan terdapat satu malam yang sangat istimewa disebut LAILATUL QODR. Beribadah semalam pada malam Qodar pahalanya sama dengan beribadah selama 1000 bulan atau 83 tahun. MasyaAlloh.

248- قَالَ: وَحَدَّثَنِي مَسْلَمَةُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ عُرْوَةَ قَالَ: ذَكَرَ رَسُولُ اللَّهِ يَوْمًا أربعةً من بني إسرائيل فقال: عبدوا، والله، ثَمَانِينَ عَامًا لَمْ يَعْصُوهُ طَرْفَةَ عينٍ، فَذَكَرَ أيوب، وزكرياء، وحزقيل، وابن العجوز، ويوشع ابن نُونٍ؛ قَالَ: فَعَجِبَ أَصْحَابُ النَّبِيِّ مِنْ ذَلِكَ، فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ، عَجِبَتْ أُمَّتُكَ مِنْ عِبَادَةِ هَؤُلاءِ النَّفَرِ ثَمَانِينَ سَنَةً لَمْ يَعْصُوا اللَّهَ طَرْفَةَ عينٍ، فَقَدْ أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ خَيْرًا مِنْ ذَلِكَ، ثُمَّ قَرَأَ عَلَيْهِ: {إنا أنزلناه في ليلة القدر وأما أدراك ما ليلة القدر} ، هَذَا أَفْضَلُ مِمَّا عَجِبْتَ أَنْتَ وَأُمَّتُكَ مِنْهُ؛ [ص:110] فَسُرَّ بِذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّاسُ مَعَهُ. )تفسير القرآن الجامع لعبد الله بن وهب بن مسلم أبي محمد المصري(

Dari Ali bin Urwah mengatakan: Rasulullah SAW bercerita suatu masa ada empat orang Bani Isroil beribadah kepada Allah delapan puluh tahun tidak pernah melanggar pada Allah sekejab matapun (Rasulullah SAW) menyebutkan mereka adalah Ayub, Zakaria, Hizkil bin al-’Ajuz dan Yusak bin Nun. Ali mengatakan maka para sahabat Rasululllah SAW takjub terhadap mereka.

Kemudian Jibril datang pada Nabi dan berkata,”Wahai Muhammad umatmu terheran-heran terhadap mereka, beribadah selama delapan puluh tahun tanpa berbuat dosa sekejap matapun. Maka sesungguh Allah menurunkan yang lebih baik daripada demikian itu. Maka Jibril membacakan pada Nabi;” إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُالْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ”“Sesungguhnya Aku (Allah) menurunkan berita ini dalam malam Qodr. Apakah yang engkau ketahui tentang Malam Qodr? Lailatul Qodr lebih baik dari seribu bulan”. Ini lebih utama daripada apa-apa yang engkau dan umatmu herankan. Maka bergembiralah dengan kabar ini, Rasulullah dan para manusia besertanya.

[Tafsir Quran Abdillah bin Wahab No. 248]

حَدَثَنَا أبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ. ثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ عَلِيَّةَ، عَنْ هِشَامِ الدَّسْتَوَائِىِّ، عَنْ يَحْيَ بْنِ أَبِى :َثِيْر، عَنْ أَبِى سَلَمَةَ، عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدرِىُّ؛ قَالَ: اعْتَكَفْنَا مَعَ رَسُولِ اللهِ صلى اللهُ علىه وسلم الْعَشْرَ الْأوْسَطَ مِنْ رَمَضَانَ. فَقَالَ ((إِنِّ أُرِيْتُ لَيْلَةَ الٌقَدْرِ فَأَنْسِيتُهَا. فَالْتَمِسُوهَا فِى العَشْرِءالْأَوَاخِرِ فِى الْوَتْرِ)) رواه ابن ماخة فى كتب الصيام ١٧٧٢

… Abi Said Al-Hudri meriwayatkan: saya itikaf bersama Rasulillah SAW sepuluh hari yang tengah dari bulan Ramadan maka Nabi bersabda,”Sesungguhnya saya diperlihatkan pada malam Qodr maka saya dilalaikan (oleh Allah) tentang Lailatul Qodr tersebut. Maka carilah Lailatul Qodr itu dalam sepuluh hari terakhir yang ganjil”.

Hadist Ibnu Majah Kitabushiam nomor 1772
Itikaf dan Lailatul Qodr merupakan bagian program ibadah rutin tahunan yang telah lama dicanangkan oleh para ulama dan pengurus LDII yaitu, LIMA SUKSES RAMADHAN. Program ibadah Lima Sukses Ramadan itu terdiri dari:Sukses Berpuasa
Sukses Salat Lail / Tarwih
Sukses Membaca Al-Quran
Sukses Itikaf dan Lailatul Qodr
Suses Shodakoh dan Zakat

Ibadah Itikaf diakhiri dengan sahur bersama dan berjamaah shalat subuh

Sumber :LDII Sidoarjo

Related posts:

  1. Membina Generus Melestarikan Agama Allah Jaman sekarang membina generasi muda tidak dapat dilakukan dengan cara-cara biasa, santai dan asal-asalan, harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan terprogram. ...
  2. Sisi Lain Munas LDII 2011 di Surabaya Alhamdulillah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia, atas ridho Allah berhasil melaksanakan Musyawarah Nasional dengan aman dan lancar, 8-9 Maret 2011. Munas LDII ke-7 di kota...
  3. Wajibnya Puasa Ramadhan Al-Quran Surat Al-Bakarah ayat 183-185 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183) Hai orang-orang yang beriman,...
  4. 7 Perintah Nabi SAW 3778 - أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، وَمُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ، عَنْ مُحَمَّدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ الْأَشْعَثِ بْنِ سُلَيْمٍ، عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ سُوَيْدِ بْنِ مُقَرِّنٍ،...
  5. Anak Aset Paling Berharga Bagi Orang Tua Kewajiban utama orang tua kepada anak-anaknya adalah memberikan pendidikan agama semaksimal mungkin agar menjadi anak sholeh. Anak Sholeh adalah anak yang tekun dan tertib beribadah,...
AddThis Social Bookmark Button


Recent Terms :

Cara cara beritikaf bulan ramadhan,cara mendapat derajat yang tinggi,cara mendapatkan derajat yang tinggi,Derajat disisi Allah,derajat tertinggi disisi tuhannnya,hadist tentang derajat yg tinngi,ketinggian derajat di sisi allah